Dapatkah aku merasakan cinta kembali?? Aku tlah terlalu lama hidup dalam kematian hati... Sudah tak ada lagi musim semi didalam hatiku, langitpun tlah lama tertutupi awan gelap yang trus membayangi... Tak ada sinar matahari yang dapat melewati celahnya. Gelap, ya, mungkin itulah suasana hatiku saat ini, aku menunggu dipadang tandus yg dipayungi awan kelam. Itu bukanlah awan mendung yang membawa air, tapi awan gelap yg membawa kegelapan yg terus turun stiap detiknya.
Cahaya adalah sesuatu yg kutunggu, sebuah harapan yg aku sebutkan dalam doa keputus asaan, dapatkah aku menerima sbuah cinta yg tulus dari seseorang yg mencintaiku?? Sesorang yg dpt aku curahkan smua perasaan yg aku slama ini simpan,
Tuhan aku tahu kau mendengarku, aku tahu kau menyaksikan deritaku, berilah aku tanda dari jawaban doa ku?? Berilah aku tanda dalam mimpiku malam ini, sehingga ketika aku menutup mata malam ini aku tahu ENGKAU terus bersamaku, untuk menuntunku melaluI smua ini. Amin
Selasa, 21 April 2009
08 : 17
Hatiku terguncang dipagi, saat sang surya melebar, membuka setiap tabir luka yg tergores oleh cinta, aku merana karna cinta tak kunjung datang kdpku, merana dalam sentuhan lembut kekosongan hati, jiwaku menangis didalam, ragaku merasakan sakitnya, setiap nafas yang kuhembus membuatku bergetar kesakitan, aku tak tahu mengapa rasa sakit ini terus menerpaku, rasa sakit yang luar biasa yg ditimbulkan karna tak tersentuh cinta, dan kasih sayang... Ah... Sakit ini, sudahlah aku menyerah...
Tak berdaya melawan, tak kuasa merasakan,,,
Tak berdaya melawan, tak kuasa merasakan,,,
Teganya cinta
Cinta,,,
Sebuah kata yang menyesakkan dada ketika itu diucapkan,
Kata yang kutemukan dijubah sang malam, ketika tengah dia menyelimutiku, sebuah pikiran yg membuat jiwa ini sekarat,
Ku cari apakah makna dari cinta, yg tersulam disetiap jiwa manusia,
aku menginginkan cinta mengisi hatiku, membelai wajahku, dan mempermandikanku dengan kebahagian, aku ingin mengecap rasa cinta seperti kata yang tertulis oleh para penyair, merasakan sebuah kekuatan besar yg tercipta untuk dinikmati... Tapi cinta tak pernah datang kpdku... Tidak skarang, tidak juga masa lalu, cinta hanya memberiku sebuah harapan semu yg kutemukan digua terdalam, dia hanya menghidangkan itu kpdku,,,
Sudahlah aku mengemis didepannya, agar dia dpt memelukku, hingga kurasakan perasaan yg hebat itu...
Tapi cinta mengacuhkanku, tak memperdulikan aku, seorang yg butuh cinta, yg mengemis didepan altar didalam kuil megahnya...
Aku menanggis bagai terterjang badai, aku rapuh cinta, aku butuh dirimu, butuh keajaibanmu... Mengapa kau tak meraih tanganku ketika aku membutuhkannya, mengapa kau meninggalkan aku disaat aku butuh dirimu....
Cinta, oh, cinta, mengapa kau tega menyiksa aku seperti ini??? Tuhan apa salahku kpd cinta?? Apa dosaku kpdnya hingga dia tak pernah menganggapku ada dialtar sucinya... Cinta, mengapa cinta???
Sebuah kata yang menyesakkan dada ketika itu diucapkan,
Kata yang kutemukan dijubah sang malam, ketika tengah dia menyelimutiku, sebuah pikiran yg membuat jiwa ini sekarat,
Ku cari apakah makna dari cinta, yg tersulam disetiap jiwa manusia,
aku menginginkan cinta mengisi hatiku, membelai wajahku, dan mempermandikanku dengan kebahagian, aku ingin mengecap rasa cinta seperti kata yang tertulis oleh para penyair, merasakan sebuah kekuatan besar yg tercipta untuk dinikmati... Tapi cinta tak pernah datang kpdku... Tidak skarang, tidak juga masa lalu, cinta hanya memberiku sebuah harapan semu yg kutemukan digua terdalam, dia hanya menghidangkan itu kpdku,,,
Sudahlah aku mengemis didepannya, agar dia dpt memelukku, hingga kurasakan perasaan yg hebat itu...
Tapi cinta mengacuhkanku, tak memperdulikan aku, seorang yg butuh cinta, yg mengemis didepan altar didalam kuil megahnya...
Aku menanggis bagai terterjang badai, aku rapuh cinta, aku butuh dirimu, butuh keajaibanmu... Mengapa kau tak meraih tanganku ketika aku membutuhkannya, mengapa kau meninggalkan aku disaat aku butuh dirimu....
Cinta, oh, cinta, mengapa kau tega menyiksa aku seperti ini??? Tuhan apa salahku kpd cinta?? Apa dosaku kpdnya hingga dia tak pernah menganggapku ada dialtar sucinya... Cinta, mengapa cinta???
Senin, 20 April 2009
Untukmu...
Untuk dirimu Aku memasang topeng didalam sebuah sandiwara cinta yang aku mainkan,
Berpura-pura menjadi orang yg tegar dihadapan dunia,
Aku menutup mataku dibalik topeng yang aku kenakan ini,
Mentutup penglihatan tentang cinta yg berada dihadapanku, memalingkam pandanganku dari keindahan menuju kekelaman... Meratap didalam sepi,
Aku menari diatas derita,
Sebuah tarian yg kupersembahkan untuk diriku sendiri yang telah lama tak disentuh cinta. Dan membuat aku menikmati setiap derita yang telah menjadi bagian dari hidupku selama bertahun-tahun,
Aku mengharapkan sebuah kesembuhan untuk luka yang tergores dimasa lalu, luka yang terus membayangiku disetiap harinya, tapi tanpa disadari aku menikmati setiap keperihan yang tercipta...
Telah kucoba memeluk cinta kembali, tapi diri ini menyangkalnya... Karna luka yang terdahulu belum juga hilang... Sebuah ketakutan yang akan membuat parah luka dihatiku...
Aku menyangkal disetiap perhatian yg kau curahkan kpdku, setiap senyum yg kau lemparkan kpdku, setiap sentuhan kecil dari bagian tubuhmu... Karna jika aku mencintaimu, aku takut dirimu akan terluka akibat cintaku, dan begitu juga dgn diriku, karna sebuah luka dari cinta terlarang terus akan membekas sepanjang hayat... Jika kau tanya cintaku kpdmu, cintaku sangatlah besar, hingga setiap bekas dari dirimu ingin kujadikan bagianku,, aku menyayangimu, hingga tak ingin kau t'luka, hingga aku membohongi perasaanku sendiri kpdmu wahai kekasihku....
Berpura-pura menjadi orang yg tegar dihadapan dunia,
Aku menutup mataku dibalik topeng yang aku kenakan ini,
Mentutup penglihatan tentang cinta yg berada dihadapanku, memalingkam pandanganku dari keindahan menuju kekelaman... Meratap didalam sepi,
Aku menari diatas derita,
Sebuah tarian yg kupersembahkan untuk diriku sendiri yang telah lama tak disentuh cinta. Dan membuat aku menikmati setiap derita yang telah menjadi bagian dari hidupku selama bertahun-tahun,
Aku mengharapkan sebuah kesembuhan untuk luka yang tergores dimasa lalu, luka yang terus membayangiku disetiap harinya, tapi tanpa disadari aku menikmati setiap keperihan yang tercipta...
Telah kucoba memeluk cinta kembali, tapi diri ini menyangkalnya... Karna luka yang terdahulu belum juga hilang... Sebuah ketakutan yang akan membuat parah luka dihatiku...
Aku menyangkal disetiap perhatian yg kau curahkan kpdku, setiap senyum yg kau lemparkan kpdku, setiap sentuhan kecil dari bagian tubuhmu... Karna jika aku mencintaimu, aku takut dirimu akan terluka akibat cintaku, dan begitu juga dgn diriku, karna sebuah luka dari cinta terlarang terus akan membekas sepanjang hayat... Jika kau tanya cintaku kpdmu, cintaku sangatlah besar, hingga setiap bekas dari dirimu ingin kujadikan bagianku,, aku menyayangimu, hingga tak ingin kau t'luka, hingga aku membohongi perasaanku sendiri kpdmu wahai kekasihku....
Jumat, 17 April 2009
Aku terbelenggu
Cinta tak pernah datang lagi kepadaku, dia meninggalkanku bersama puing2 dari masa lalu, aku terjebak tak bisa beranjak, walau sudah daya terkumpul, terpaan ketakutan merintangiku kembali,
Tersungkur bagai seorang tahanan yang terbelenggu rantai baja, alampun tak berdaya hanya menandangiku dibalik tirai sang surya, aku berjuang sendiri demi sebuah hal yg disebut cinta, hal yg telah melupakan aku dari bagian dirinya...
Hatiku pun telah membiru, membeku didalam es abadi, sinar matahari pun tak terasa hangat lagi, aku berada dimusim dingin abadi didalam jiwaku, terdiam bersama puing-puing dan rantai baja yang terus membelenggu nafasku...
Tersungkur bagai seorang tahanan yang terbelenggu rantai baja, alampun tak berdaya hanya menandangiku dibalik tirai sang surya, aku berjuang sendiri demi sebuah hal yg disebut cinta, hal yg telah melupakan aku dari bagian dirinya...
Hatiku pun telah membiru, membeku didalam es abadi, sinar matahari pun tak terasa hangat lagi, aku berada dimusim dingin abadi didalam jiwaku, terdiam bersama puing-puing dan rantai baja yang terus membelenggu nafasku...
Kamis, 16 April 2009
Tangisan musim dingin...
Tangisan rintihan hati menerjang jiwa yg rapuh dan tak bertulang ini, membuatku hancur berantakan seperti serpihan kaca yg jatuh, pecah, berserakan, tak berbentuk, dan tak mungkin sempurna lagi...
Aku benci padamu,
Pada sifatmu, tingkah lakumu, perhatianmu, sentuhan, bahkan pada wajah tampan yg biasa kau lemparkan senyummu kpd ku,
Aku Bagai tertusuk pedang bermata dua, yg sisinya dipenuhi rasa cinta dan kesengsaraan, dan telah menjadi satu dalam kilauan pengkhianatan,, sebuah luka yg kunikmati dalam derita...
Aku bimbang, ragu dan tak tentu arah
Dengan smua rasa cinta yg ada didalam diriku,
Sekejap rasa cimta yg kau berikan hanya membuat musim dingin dihatiku makin meraja lela, membekukan lagi hatiku yg tertutup salju
mengapa kau datang membawa sebuah harapan cinta yg kau pahat diatas es beralaskan api dihatiku... Dan melebur dalam api pengkhianatan Disaat hatiku tengah miskin akan kasih sayang dan mengharapkan sebuah cinta suci nan tulur yg aku butuhkan dalam mengisi hari dihidupku?? Dan pergi secepat kilat yg menghilang ketika malam datang???
Hatiku hancur, sedi h mengingat cinta palsu yg kau berikan bersama jatuhnya tetesan air mata hatiku yg terselimuti kegelapan kelam yg tiada berujung,,,
Aku benci padamu,
Pada sifatmu, tingkah lakumu, perhatianmu, sentuhan, bahkan pada wajah tampan yg biasa kau lemparkan senyummu kpd ku,
Aku Bagai tertusuk pedang bermata dua, yg sisinya dipenuhi rasa cinta dan kesengsaraan, dan telah menjadi satu dalam kilauan pengkhianatan,, sebuah luka yg kunikmati dalam derita...
Aku bimbang, ragu dan tak tentu arah
Dengan smua rasa cinta yg ada didalam diriku,
Sekejap rasa cimta yg kau berikan hanya membuat musim dingin dihatiku makin meraja lela, membekukan lagi hatiku yg tertutup salju
mengapa kau datang membawa sebuah harapan cinta yg kau pahat diatas es beralaskan api dihatiku... Dan melebur dalam api pengkhianatan Disaat hatiku tengah miskin akan kasih sayang dan mengharapkan sebuah cinta suci nan tulur yg aku butuhkan dalam mengisi hari dihidupku?? Dan pergi secepat kilat yg menghilang ketika malam datang???
Hatiku hancur, sedi h mengingat cinta palsu yg kau berikan bersama jatuhnya tetesan air mata hatiku yg terselimuti kegelapan kelam yg tiada berujung,,,
Jumat, 03 April 2009
Lelah ku
Aku lelah dgn smua pikiran yang ada dikepalaku, tak ada satu jalan keluarpun yang kutemui dari permasalahan ini, bertukar pikiran dgn siapapun tak dapat membantu ku untuk menyelsaikan pertanyaan yg terus mengiang didalam kepalaku.
Cinta, kasih sayang, harapan, perhatian, adalah hal2 yg memenuhi kepalaku stiap saat...
Aku bertingkah dalam sandiwara besar yg tak ada akhirnya, mungkin aku tidak jujur pada diriku sendiri, cinta seperti apalah yang aku inginkan? Kasih seperti apa yg aku idamkan? Harapan apa yang aku impikan?? Smua itu yg terus aku cari, aku berusaha menjadi sangat sempurna dihadapan sang cinta, mungkin itu yg menjadikan aku berdiri sendiri diatas altar jodohku yg kosong, jujur seperti apa yang harus kukatakan terhadap diriku? Sosok seperti apa yang aku tunggu? dan cinta yg berapa besar yg aku minta? Kebahagian apa yang aku inginkan? Sudahlah. Aku bersimpuh dikaki tuhan, memohon belas kasih untuk hambanya ini, tapi belum ada jawaban yg dapat, jadilah aku seperti ini merenung didalam sepi, ditemani kata2 yang putus asa...
Cinta, kasih sayang, harapan, perhatian, adalah hal2 yg memenuhi kepalaku stiap saat...
Aku bertingkah dalam sandiwara besar yg tak ada akhirnya, mungkin aku tidak jujur pada diriku sendiri, cinta seperti apalah yang aku inginkan? Kasih seperti apa yg aku idamkan? Harapan apa yang aku impikan?? Smua itu yg terus aku cari, aku berusaha menjadi sangat sempurna dihadapan sang cinta, mungkin itu yg menjadikan aku berdiri sendiri diatas altar jodohku yg kosong, jujur seperti apa yang harus kukatakan terhadap diriku? Sosok seperti apa yang aku tunggu? dan cinta yg berapa besar yg aku minta? Kebahagian apa yang aku inginkan? Sudahlah. Aku bersimpuh dikaki tuhan, memohon belas kasih untuk hambanya ini, tapi belum ada jawaban yg dapat, jadilah aku seperti ini merenung didalam sepi, ditemani kata2 yang putus asa...
...
Aku memandangmu, kau menoleh kesamping,
Aku memandangi tubuhmu, kau bergerak menjauh, aku memperhatikan mu, kau berlalu dihadapanku,
Aku dekat engkau jauh, aku jauh kau lebih jauh,, btulkah ini cinta???
DiWajahmu terdapat ksempurnaan, dapatkah ku meraba wajahmu itu?
Ditubuhmu terdapat keistimewaan, dapatkah ku peluk dirimu??
Wahai gadis berdarah biru....
Aku memandangi tubuhmu, kau bergerak menjauh, aku memperhatikan mu, kau berlalu dihadapanku,
Aku dekat engkau jauh, aku jauh kau lebih jauh,, btulkah ini cinta???
DiWajahmu terdapat ksempurnaan, dapatkah ku meraba wajahmu itu?
Ditubuhmu terdapat keistimewaan, dapatkah ku peluk dirimu??
Wahai gadis berdarah biru....
Rabu, 01 April 2009
Biarlah
Biarlah aku memegang duri ditangkai bunga mawar, sehingga aku tahu rasa sakit yg tercipta darinya
Biarlah aku mengecap pahitnya racun sehingga aku dapat mengingat manisnya madu,
Biarlah aku memasuki bayang semu biar kudapat melihat kenyataan dengan jelas,
Biarlah aku berjalan dengan mata tertutup sehingga saat ku melihat, aku dapat melihat jalan yg benar
Biarlah aku berteman sepi sehingga sewaktu melodi datang aku ikut b'dendang,
Biarlah aku menjalani cinta terlarang sehingga tuntas penasaran jiwaku,
Biarlah aku mengemban dosa sehingga pahala dapat terus ku kejar,
Biarlah kuseberangi sungai dengan berenang sehingga aku tahu guna dari sebuah jembatan,
Biarlah aku berpeluk nista sehingga aku sadar basuhan air alam dalam mandiku,
Biarlah aku memilih hidupku, dari jurang gelap dipersekutuan malam, sehingga cahaya terang akan menjadi tujuanku,
Biarlah... Biarlah... Biarlah...
Biarlah aku mengecap pahitnya racun sehingga aku dapat mengingat manisnya madu,
Biarlah aku memasuki bayang semu biar kudapat melihat kenyataan dengan jelas,
Biarlah aku berjalan dengan mata tertutup sehingga saat ku melihat, aku dapat melihat jalan yg benar
Biarlah aku berteman sepi sehingga sewaktu melodi datang aku ikut b'dendang,
Biarlah aku menjalani cinta terlarang sehingga tuntas penasaran jiwaku,
Biarlah aku mengemban dosa sehingga pahala dapat terus ku kejar,
Biarlah kuseberangi sungai dengan berenang sehingga aku tahu guna dari sebuah jembatan,
Biarlah aku berpeluk nista sehingga aku sadar basuhan air alam dalam mandiku,
Biarlah aku memilih hidupku, dari jurang gelap dipersekutuan malam, sehingga cahaya terang akan menjadi tujuanku,
Biarlah... Biarlah... Biarlah...
Langganan:
Komentar (Atom)
